rss

EKG DASAR

Ditulis pada Selasa, 01 Agustus 2017 | Kategori: Artikel | Dilihat 146 kali

Dasar-Dasar  EKG

Image

EKG (Elektrokardiograf), tidak semuaorang bisa membaca EKG.Begitu juga dokter. Banyak dokter umum yang tidak bisa lancar membaca EKG. Untuk dapat membaca EKG,perlu diketahui dahulu bagaiman grafik EKG itu terbentuk. Setidaknya, ilmu yangsangat dasar dari EKG perlu diketahui.

Beberapa catatan yang paling dasar yangmesti dipahami dahulu sebelum membaca EKG yaitu:

Image

 

        Grafik EKG dibentuk oleh gelombanglistrik yang mengalir melalui serabut syaraf khusus yang ada pada jantung.

        Listrik tersebut dibentuk oleh NodusSinuatria sebagai  sumber primer dan nodus atrioventrikular sebagaicadangan listrik sekunder. tetapi listrik jantung ini dapat pula dibentuk olehbagian lain dari jantung.

        Gelombang P dibentuk oleh aliran listrikyang berasal dari nodus SA di atrium sedangkan kompleks QRS terbentuk olehaliran listrik di ventrikel. sedangkan PR interval terbentuk ketika aliranlistrik tersebut melewati bundle His. gelombang T terbentuk ketika terjadirepolarisasi jantung.

        Arah aliran listrik ini mengara
h ke apex jantung dan sejajar sumbu jantung (lihat gambar dibawah).

        Setiap lead memandang aliran listrikjantung dari sudut pandang yang berbeda. Maka untuk mengatahui letak kelainan,perlu diperhatikan lead mana yang mengalami kelainan dan dari sudut pandangmana lead tersebut melihat jantung. lead dada melihat jantung dari sudutpandang horizontal, hal ini bisa dilihat dari tabel di bawah ini:

Sadapan Dada

Sudut Pandang

V1, V2

V3,V4

V5,V6

Lateral Kanan Jantung

Septum

Lateral Kiri Jantung

Lead ekstremitas melihat jantung secaravertikal. Hal ini bisa dijelaskan sebagai berikut:


Image


        Sebagai contoh: lead IImelihat/mengintip jantung dari sudut pandang apex jantung.

        Setiap aliran listrik tersebut menuju kearah sudut pandang tempat melihat EKG, maka pada lead tersebut harus positif.Sebagai contoh adalah lead II yang melihat jantung dari sudut pandang di sekitar apex. Maka normalnya lead ini harus positif.

        Karena otot jantung kiri lebih besardari otot jantung kanan, maka yang terekam dominan pada EKG adalah bagianjantung kiri.

INTERPRESTASI EKG

Contoh :

EKG: Irama sinus, reguler, HR:93x/menit, Axis ke kiri, Gelombang P normal, PR interval < 0,2 detik, QRSkompleks < 0,12 s, ST-T change (-), R di V5/6 + S di V1 < 35,R/S di V1 < 1.

Kesan; Normal EKG

 Pola Interprestasi EKG :

1.   Lihat apakah EKG tersebut berirama sinus atau tidak. Irama sinus memiliki ciri sebagaiberikut:

        Berasal dari SA node

        Karena adanya gel P tapi belum tentuberasal dari SA node. Jadi anda harus bandingkan di dalam satu lead harusmempunyai bentuk gel P yang sama.

        Selalu ada satu gelombang P yang diikutioleh satu komplek QRS dan satu gelombang T

2.   Lihat irama yang terbentuk. Apakah reguler atau aritmia/disritmia. Caranya adalahmemperhatikan gelombang R. Jarak antar gelombang R atau R-R harus sama. Ataujarak gelombang P/P-P harus sama untuk sebuah EKG yang normal.

3.   Lihat HR. Cara ini tidakperlu dijabarkan tersendiri karena setiap anak kedokteran pasti tahu menghitungHR pada sebuah EKG.

4.   Lihat Axis.

Perhatikan Gambar berikut:

Image

Untuk menentukan axis caranya adalah:

        Titik tengah merupakan titik 0.

        Lihat lead I. Kurangi kotak untukgelombang R dengan kotak untuk gelombang S jika hasilnya positif letakkan dilead I mengarah ke lead I, jika negatif arahkan sebaliknya.

        Dengan pola yang sama tarik garis padalead aVF.

        Hasil Cotangen dari lead tersebut adalaharah axis.

        Batas Normal sumbu jantung berada antara-30 sampai +900. Jika lebih besar dari -300 makadeviasi ke kiri, dan jika lebih besar dari +900 makasumbu jantung deviasi ke kanan.

Contoh:

Image

Interpretasi: axis ke kiri

        Lihat gelombang P, adakahkelainan dari gelombang P. Lihat pula bentuknya apakah P mitral atau Ppulmonal. (kelainan akan dijabarkan tersendiri)

        Hitung PR interval.Normalnya PR interval bernilai kurang dari 0,2 second. Jika PR intervalmemanjang curiga sebagai suatu block jantung. (satu kotak kecil bernilai 0,04second). Tentang tipe dari blok jantung akan dijabarkan tersendiri)

        Hitung dan lihat bentuk QRS kompleks. Adanya kelainan kompleks QRS menunjukkanadanya kelainan pada ventrikel (bisa suatu block saraf jantung atau kelainanlainnya) karena komplek ini dibentuk oleh aliran listrik jantung di daerahventrikel. (Beberapa kelainan akan dijabarkan tersendiri)

        Lihat apakah ada perubahan pada segmen ST dan gelombang T. (kelainannya akan dijabarkantersendiri)

        Hitung jumlah kotak R di V5 atau V6kemudian tambahkan dengan jumlah kotak  S yang ada di V1.Normalnya akan bernilai dibawah 35. Jika > 35 maka bisa dianggap suatu LVH.Hati-hati, terkadang voltase tidak mencapai 10mV. Maka harus dikonversi dulu ke10 mV (contoh: pada EKG tertulis 5 mV maka, untuk menjadi 10 mV, kotak tersebutharus dikalikan 2)

        Hitung jumlah kotak gelombang Rdi V5 atau V6 kemudian dibagi dibagi dengan jumlah kotak S di V5 atau V6tersebut. (untuk yang ini tidak diperlukan konversi). Normalnyakurang dari 1. Jika lebih, maka dicurigai suatu RVH.

        Jika bingung, tanya senior untuk keterangan lebih lanjut.hehehe

Gelombang P:

Normalnya:

        Tinggi tidak lebih dari 3 kotak kecil

        Lebar tidak lebihb dari 3 kotak kecil

        Positif kecuali di aVR

        Gelombang simetris

Kelainan Gelombang P:

        Pulmonal / Runcing: R

        Mitral / berlekuk lebar: LAH

PR interval

        normalnya 0,12-0,2 second.

        Jika memanjang berarti ada block jantungkarena interval ini terbentuk saat aliran listrik jantung melewati berkas HIS.

Gelombang Q:

 Normal:

        Lebar kurang dari 0,04 second

        Tinggi < 0,1 second

Patologis:

        Panjang gelombang Q > 1/3 R

        Ada QS pattern dengan gelombang R tidak ada.

        Adanya gelombang Q patologis inimenunjukkan adanya Old Miocard infark (OMI). Bila gelombang ini belum ada(tetapi sudah ada ST depresi) berarti iskemik belum lama  terjadi (< 12jam), masih ada KEMUNGKINAN diselamatkan.

Kompleks QRS:

        Lebar jika aliran listrik berasal dariventrikel atau terjadi blok cabang berkas

        Normal R/S =1 di lead V3 dan V4

        Rotasi menurut arah jarum jammenunjukkan penyakit paru kronik. Artinya gelombang QRS menjadi berbalik. Yangtadinya harus positif di V5 + V6 dan negatif di V1 dan V2 maka sekarang terjadisebaliknya.

Segmen ST

Normalnya:

        Isoelektrik

        Di V1-V6 bisa naik 2 kotak kecil atauturun 0,05 kotak kecil.

Patologis:

        Elevasi: AMI atau perikarditis

        Depresi: Iskemia atau terjadi setelahpemakaian digoksin

Berita yang berkaitan

Info Pembayaran

BANK MANDIRI
No. Rek. 1390017565064
A.n. PT. Aimed Indonesia