rss

TENTANG KARDIOVERSI DAN DEFIBRILASI

Ditulis pada Sabtu, 25 Februari 2017 | Kategori: Artikel | Dilihat 518 kali

Defibrilasi dan kardioversi dilakukan dengan menggunakan defibrilator

Image

Defibrilator adalah alat yang dapat digunakan untuk :
1.Pemantauan gambaran irama jantung.
2.Defibrilasi
3.Kardioversi
4.Pacu jantung transkutan (TCP)
Pemantauan gambaran irama jantung

Untuk memantau gambaran irama jantung dapat menggunakan paddle atau menggunakanelektroda. Syarat pemantauan, dinding dada harus terbuka/letak elektroda tidakmengganggu tempat untuk meletak paddle jika terapi listrik diperlukan dangelombang-gelombang EKG harus jelas sehingga mudah dibedakan antara gelombangP, QRS, dan T. Umumnya lead II memberikan gambaran irama jantung yang lebihjelas.


Defibrilasi


Adalah suatu tindakan pengobatan menggunakan aliran listrik secara asinkron.Tindakan ini dilakukan pada pasien dengan fibrilasi ventrikel atau takikardiventrikel tanpa nadi. Energi yang diperlukan 200, 200-300, 360 Joule (150, 150,150 Joule defibrilator bifasik). Peralatan yang diperlukan untuk tindakandefibrilasi meliputi defibrilator, jeli atau electrode pads dan troliemergensi.
Prosedur defibrilasi :


1.Hidupkan defibrilasi
2.Pilih energi yang diperlukan
3.Pilih paddles (atau lead I, II, III) melalui tombol lead select
4.Oleskan jeli pada paddle
5.Letakan paddle pada apeks dan sternum sesuai petunjuk pada paddle
6.Nilai kembali irama pada monitor apakah masih VF/VT tanpa nadi
7.Tekan tombol pengisi energi (charge) pada paddle apeks atau pada unit defibrilator.
8.Setelah energi yang diharapkan tercapai, berikan aba-aba dengan suara yangjelas agar tidak ada orang lain yang masih menyentuh pasien, tempat tidurmaupun peralatan lain.
9.Beri tekanan kurang lebih 10-12 kg pada kedua paddle
10.Nilai kembali irama pada monitor, apabila tetap VF/VT tanpa nadi tekantombol discharge pada kedua padlle
11.Nilai kembali irama pada monitor apabila masih VF/VT tanpa nadi isi kembalidefibrilator. Apabila gambaran EKG pada monitor meragukan periksa nadi dansensor/elektroda EKG
12.Apabila gambaran masihg tetap VF/VT tanpa nadi ulangi tahapan diatas denganenergi 200 300 Joule dan kemudian 360 Joule jika gambaran EKG tidak berubah
13.Apabila setelah tindakan defibrilasi terakhir (360 Joule) irama masih VF/VTtanpa nadi lakukan tahapan ACLS berikutnya
Kardioversi
Adalah suatu tindakan pengobatan menggunakan aliran listrik secara sinkron.
Tindakan ini dilakukan pada pasien dengan Takikardi supraventrikel, takikardiventrikel nadi teraba. Energi yang diperlukan 100,200.300 dan 360 Joule.(beberapa penelitian melakukan kardioversi berhasil dengan energi awal 50 Joulepada SVT dan Flutter atrial). Peralatan yang diperlukan untuk tindakankardioversi meliputi defibrilator yang mempunyai modul sinkron, jeli, elektrodaEKG, obat-obat sedasi/analgesi serta troli emergensi. 
Prosedur Kardioversi
Prosedur tindakan kardioversi sama dengan prosedur tindakan defibrilasi, hanyayang membedakannya dalam hal :
1.Siapkan alat-alat resusitasi
2.Bila pasien masih sadar berikan sedasi dengan atau tanpa analgesi
3.Pilih modul sinkron
4.Pilih energi awal 50 joule untuk takikardi supraventrikel atau 100 jouleuntuk takikardi ventrikel dan meningkat sesuai dengan respon pasien sampaimaksimal 360 joule.
5.Paddle tidak boleh segera diangkat setelah melepaskan muatan agar modulsinkronisasi tidak terganggu
Pacu jantung transkutan (TCP)
Pacu jantung transkutan biasa disebut juga dengan External Pacing/Non InvasivePacing/Transchest Pacing/External Transthoracal Pacing.
Alat ini bersifat sementara sampai Pacu jantung transvenous tersedia ataupenyebab bradikardi teratasi. Indikasi pemasangan alat ini untuk pasien denganbadikardi yang tidak respon dengan obat-obatan atau dapat dicoba pasienasistol. Peralatan yang diperlukan untuk tindakan ini yaitu defibrilator yangmempunyai modul untuk pacu jantung transkutan, adhesive pads, obatsedasi/analgesi.
Prosedur 
1.Elektroda atau adhesive pads ditempel pada dinding dada pada posisi standaratau postero anterior.
2.Tentukan modul pacu jantung yang akan dipakai : demand atau fixed rate
3.Tentukan rate atau frekuensi yang dibutuhkan
4.Tentukan output yang diperlukan (30-200 mV)
5.Berikan analgesi/sedasi
6.Tekan tombol start
Defibrilasi dengan menggunakan AED ( Automatic External Defibrilator )
AED adalah defibrilator yang menggunakan sistem komputer yang dapat menganalisairama jantung, mengisis tingkat energi defibrilasi yang sesuai dan dapatmemberikan petunjuk pada penolong dengan menggunakan perintah perintah secaralisan untuk mengarahkan tindakan. AED dapat memberikan petunjuk visual yangbaik untuk peletakan elektroda, elektroda itu sendiri diberi kode dengan warnawarna dan gambar ilustrasi cara pemasangannya.

 Petunjuk visual yangtimbul berupa cahaya lampu merah, kuning atau berkedip, lisan (suara yang dikeluarkanAED), dan instruksi tertulis dari AED untuk menganalisa irama dan kemudianmemberikan energi kepada pasien. Jika defibrilasi tidak berhasil, lanjutkansurvei ABCD sekunder (algoritme VF/VT tanpa nadi) jika alat, obat-obatan dantenaga tersedia.5 433


Info Pembayaran

BANK MANDIRI
No. Rek. 1390017565064
A.n. PT. Aimed Indonesia